inginku berpuisi sekali ini saja

Hantu Itu Bernama Selokan

 

Kasihan. Hanya rasa kasihan.

Mengamati Semarang diserbu air

Ini Nopember Bung! Jangan berani

Salahkan bila hari-harinya hujan

 

Magrib. Mengkomando burung-burung

Dan bermacam makhluk siang menutup pintu rumah

Gelap. Memaksa mereka berjubel membeli listrik,

Minyak tanah dan lilin. Mereka berlindung dari takut

Takut apa saja. Termasuk takut tak kaya.

Oh bukan, seorang tiba-tiba menyergahku.

Mereka takut tak makan dan memenuhi kebutuhan.

Maksudmu kemakmuran? Balasku yakin sambil mengemas barang

Sebab air selokan telah tinggal sepuluh senti saja

Setelah itu pasti akan melahap habis kasur kumalku yang hanya

Menggeletak di lantai.

Bah! Semua orang ingin makmur. Semua orang ingin tak mati konyol

Apa lagi mati ketakutan diseret benda seremeh air!

Kata-kataku sangat menimbulkan kontemplasi bermacam di kepalanya

Lalu dia bertanya sendiri, apa maksudnya pemuda ini mengataiku demikian?

Kok aku jadi sedikit getir.

Maksudmu, gara-gara selokan depan Woderia? Tempat kerjaku, katanya lagi

Aku malas menimpali lagi

Hey jawab!, bentaknya

Sudalah, aku malas berbicara

Mulutku telah busuk terus menahan ludah yang getir

Ludah semua ketakuatan dan semua jerit Genuk Krajan

Kakiku telah sangat gemetar menahan air. Bukan dingin

Tapi pahit. Ya, kakiku saja sekarang sebagai indera perasa

Maka pergilah kau dan urus pekerjaan

Sebuah tanggunggjawab.

Menengok orang yang tertimpa musibah apa bukan tanggung jawab, katanya lantang

Bah! Taik kucing!

Kalau kau benar tanggungjawab, kerjakanlah tugasmu dengan baik

Juga para petinggi-petinggimu, pelayan-pelayanmu, pe-pe-mu semua!

Itu pasti sudah sangat cukup!

 

Lalu aku lebih senang diam dan berkesiap

Begitu mendung menyerang langit sehari-harinya.

Entah sampai kapan aku merdeka dari

Selokan yang terus menghantuiku

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: